Palangka Raya, 05 Agustus 2025 – Dalam upaya memahami peran digitalisasi dalam pengembangan kewirausahaan berbasis sekolah, tim dosen Program Studi Pendidikan Ekonomi Universitas Palangka Raya melakukan penelitian lapangan di SMK Negeri 8 Palangka Raya. Kegiatan penelitian yang berlangsung pada pekan ini mengusung judul "Peran Digitalisasi Kanal Unit Kewirausahaan SMK dalam Membangun Ekonomi Kreatif Sustainable" , menjadi langkah strategis dalam mengukur efektivitas transformasi digital di dunia pendidikan vokasi.
Penelitian ini dipimpin oleh Grace Evelina Buji, SE, M.Si. , didukung oleh tim dosen ahli, antara lain Prof. Dr. Tonich Uda, M.Si., Fendy Hariatama H., S.Pd., M.Pd., dan Hidayati, SE, M.S.A Tim melakukan serangkaian observasi, wawancara, dan dokumentasi terhadap unit produksi sekolah yang telah aktif memanfaatkan platform digital sebagai sarana promosi dan pemasaran produk kreatif siswa.
Dalam kunjungan tersebut, tim dosen berkesempatan mewawancarai berbagai pihak, mulai dari pimpinan sekolah, guru pendamping, hingga siswa pelaku usaha muda. Purwo Janjoko, S.Pd., M.Pd., selaku Kepala SMKN 8 Palangka Raya, menyampaikan komitmennya dalam mengembangkan ekosistem kewirausahaan berbasis digital.
“Kami percaya bahwa digitalisasi bukan hanya tren, tetapi kebutuhan. Melalui kanal publikasi seperti unitproduksismkn8pky , kami ingin menunjukkan bahwa siswa SMK mampu menciptakan produk inovatif yang berdaya saing, bahkan di tingkat regional,” ujar Purwo.
Guru pendamping unit kewirausahaan, Lyantini, S.Pd., dan Nuriati, S.Pd., menjelaskan bahwa setiap jurusan di SMKN 8 Palangka Raya memiliki unit usaha unggulan yang dikembangkan sesuai kompetensi keahlian. Jurusan keempat di sekolah ini— Agribisnis Perikanan Air Tawar , Agribisnis Tanaman Pangan dan Hortikultura , Teknik dan Bisnis Sepeda Motor , serta Teknik Komputer dan Jaringan —telah membentuk ekosistem kewirausahaan yang terintegrasi.
Misalnya, jurusan Agribisnis menghasilkan produk olahan ikan dan sayur organik, sementara jurusan TKJ aktif membuat konten digital dan jasa perbaikan perangkat lunak. Di sisi lain, siswa dari jurusan TBSM menawarkan layanan servis motor dan modifikasi ringan, yang juga dipromosikan secara berani.
“Digitalisasi membuka akses pasar yang lebih luas. Siswa tidak hanya belajar membuat produk, tetapi juga bagaimana memasarkannya secara efektif melalui media sosial dan website,” tambah Lyantini.
Para siswa, seperti Media, Olivia, Herlina, dan Winarti, yang menjadi wirausaha muda binaan unit produksi, turut berbagi pengalaman. Mereka mengaku lebih percaya diri dalam menjalankan usaha karena didukung pelatihan, guru bimbingan, dan ruang promosi yang terbuka secara digital.
“Dulu produk kami hanya laku di lingkungan sekolah. Sekarang, melalui website dan media sosial, kami bisa menerima pesanan dari luar kota. Ini motivasi besar buat kami,” ungkap Olivia dengan penuh semangat.
Prof. Dr. Tonich Uda, M.Si salah satu anggota tim peneliti, menilai bahwa SMKN 8 Palangka Raya menjadi contoh baik implementasi kewirausahaan berbasis digital di SMK. “Kolaborasi antara kurikulum, praktik usaha nyata, dan pemanfaatan informasi teknologi ini sangat potensial menjadi model pengembangan SMK di daerah lain,” ujarnya.
Tim peneliti berharap hasil studi ini dapat menjadi dasar pengembangan kebijakan pendidikan vokasi yang lebih responsif terhadap kebutuhan ekonomi digital. Selain itu, penelitian ini juga akan meng
Kanal publikasi resmi unit produksi SMKN 8 Palangka Raya dapat diakses melalui: https://sites.google.com/view/unitproduksismkn8pky/home , sebagai wujud nyata transformasi digital dalam dunia pendidikan kejuruan.(fen)